“Menulis tidak ditentukan oleh bakat. Bakat hanya memberikan
kontribusi sebesar 10% sedangkan 90% adalah kemauan! Lalu action! “
Penulis
yang baik adalah pembaca yang baik. Setiap pembaca yang baik namun tidak pernah
menulis, dapat disimpulkan dia tidak punya kemauan. Aneh jika ada seorang
penulis tidak biasa membaca. Untuk terjun ke dunia kepenulisan, syarat utamanya
adalah wajib membiasakan diri untuk membaca. Membaca apa saja yang bisa dibaca.
Setelah lalu lintas peristiwa, maka bacaan merupakan gudang ide terbesar kedua.
Jadi sedikit action saja maka anda
sudah menulis.
LANGKAH AWAL
Setelah ada kemauan, lalu bagaimana
memulainya? Berikut ada tiga tips sederhana yang bisa dicoba:
1. Memilih Topik.
Pilih
topik yang ringan-ringan saja dulu. Atau anda mau menulis esai atau cerpen
misalnya? Tulis saja dulu. Tidak apa-apa berantakan. Tidak usah perhatikan
plot, awal, tengah, maupun endingnya. Editing berada dalam kekuasaan anda
nantinya. Kapan saja anda mau.
2. Membuat kerangka
tulisan.
Membuat kerangka tulisan bertujuan
untuk membatasi apa yang harus kita tulis.
3. Tulis kalimat
pertama sesederhana mungkin.
Tidak usah terlalu terbebani kalimat
itu harus bagus dan menarik.
4.
Menabung kosa kata.
Semakin
banyak membaca maka kosa kata anda semakin banyak.
5. Jangan menulis
sambil mengedit.
Editing ada bagiannya tersendiri,
setelah anda selesai menulis dan membacanya berulangkali.
PROSES KREATIF
Berikut merupakan tips yang bisa
digunakan ketika anda mulai rajin menulis atau paling tidak anda telah mencoba
menulis.
1. Biasakan Menulis Kalimat Singkat.
Kalimat pendek rata-rata berjumlah 10
kata atau kurang Pangkas kata sifat dan
kata keterangan yang tidak ekonomis. Biasakan memilih kata ‘dan’ ketimbang
tanda ‘koma’. Mengapa kalimat pendek ? Otak manusia punya keterbatasan dalam
mencerna kalimat panjang dan lebih mudah menyerap informasi dalam bentuk
kalimat pendek.
2. Biasakan Menulis Paragraf Pendek.
Idealnya tiap paragraf hanya berisi
satu ide pokok. Cara ini membantu pembaca mencerna informasi. Paragraf pendek
tercipta dengan sendirinya bila kita menulis dengan jelas dan mudah dimengerti.
3. Biasakan Kalimat Positif.
Kalimat positif mudah dicerna. Kecuali
jika anda ingin segera tampil sebagai penulis hebat dengan kalimat-kalimat yang
rumit dan kelihatan hebat.
Pada dasarnya itu adalah cara mengatakan
tentang sesuatu secara langsung daripada memilih mengatakannya dengan cara
berlawanan. Contohnya:
Kalimat positif : “Mahasiswa melakukan
demonstrasi menolak rencana kenaikan BBM.”
Kalimat negatif : “Mahasiswa melakukan
demonstrasi sebab mereka tidak setuju dengan rencana pemerintah menaikkan BBM.”
MEREPRODUKSI IDE
Bagaimana cara mendapatkan Ide untuk
menulis ketika Anda sudah mulai terbiasa menulis?
Hal sederhana dalam menulis untuk
penulis pemula adalah hal penting, termasuk menyederhanakan cara mendapatkan
ide. Berikut adalah beberapa jalan munculnya ide:
1.
Ide muncul dari
kebiasaan kita sehari – hari
2.
Ide muncul dari
tetangga yang sering mabuk
3.
Ide muncul
dari curhat teman baik
4.
Ide muncul dari
orang yang terhimpit di bis untuk berangkat ke kantor
5.
Ide muncul ketika
melihat pak Hansip sedang tertidur pulas di posnya
6.
Ide muncul ketika
caleg-caleg gagal masuk rumah sakit jiwa.
7.
Ide muncul ketika
melihat pelacur pulang larut malam.
8.
Dan masih jutaan
ide yang bisa Anda kembangkan sendiri dengan menggunakan kreatifitas, dan gaya
kepenulisan Anda.
Banyak
sekali ide yang bisa kita dapatkan untuk menulis. Hanya saja terkadang kita
kurang peka dengan diri kita dan lingkungan. Dari sekian banyak ide untuk
menulis maka imajinasi adalah cara yang paling kreatif. Berdasarkan pengalaman
pribadi, imajinasi bisa didapatkan dari pengalaman hidup atau bacaan-bacaan
yang kita baca. Sebenarnya proses mengasah imajinasi ini idealnya dari waktu
kita kecil. Namun sayang imajinasi kita sejak kecil sudah dibunuh oleh lingkungan
pendidikan yang ada. Tapi tidak ada kata terlambat bagi orang yang mau belajar
menulis..
Tahukah
anda? Di saat sedang menulis artikel ini sebenarnya saya juga masih sedang
belajar menulis. Dan bertekad akan terus belajar. Selamat menulis. Action!(*)
* Penulis kadang menggunakan nama
samaran Ivan Kavalera di wilayah
literasi dan siaran radio. Pendiri dan Penggiat literasi Rumah Putih, Bulukumba Sulawesi Selatan. Penulis buku Inspiring Bulukumba (Mafazamedia, 2014), Samindara,
Antologi Cerita Rakyat Bulukumba (Mafazamedia,
2014), bersama penulis lainnya dalam: Love
Never Fails (antologi 200 cerpenis Nusantara, NulisBukuCom, 2014); Rumah Putih,
Antologi Puisi Serumah (Ombak, 2013); dan, Sebuah Obituari: Ahyar Anwar Yang Menidurkan dan Membangunkan Cinta
(kumpulan esai, Ombak, 2013).
(Diambil dari Rubrik Lentera Sastra majalah Purakasastra Edisi 1)


0 comments:
Post a Comment