Sunday, August 24, 2014


“Menulis tidak ditentukan oleh bakat. Bakat hanya memberikan kontribusi sebesar 10% sedangkan 90% adalah kemauan! Lalu action!

Penulis yang baik adalah pembaca yang baik. Setiap pembaca yang baik namun tidak pernah menulis, dapat disimpulkan dia tidak punya kemauan. Aneh jika ada seorang penulis tidak biasa membaca. Untuk terjun ke dunia kepenulisan, syarat utamanya adalah wajib membiasakan diri untuk membaca. Membaca apa saja yang bisa dibaca. Setelah lalu lintas peristiwa, maka bacaan merupakan gudang ide terbesar kedua. Jadi sedikit action saja maka anda sudah menulis.

LANGKAH AWAL

Setelah ada kemauan, lalu bagaimana memulainya? Berikut ada tiga tips sederhana yang bisa dicoba:

1.      Memilih Topik.
Pilih topik yang ringan-ringan saja dulu. Atau anda mau menulis esai atau cerpen misalnya? Tulis saja dulu. Tidak apa-apa berantakan. Tidak usah perhatikan plot, awal, tengah, maupun endingnya. Editing berada dalam kekuasaan anda nantinya. Kapan saja anda mau.

2.      Membuat kerangka tulisan.
Membuat kerangka tulisan bertujuan untuk membatasi apa yang harus kita tulis.

3.      Tulis kalimat pertama sesederhana mungkin.
Tidak usah terlalu terbebani kalimat itu harus bagus dan menarik.

4.      Menabung kosa kata.
Semakin banyak membaca maka kosa kata anda semakin banyak.

5.      Jangan menulis sambil mengedit.
Editing ada bagiannya tersendiri, setelah anda selesai menulis dan membacanya berulangkali.


PROSES KREATIF

Berikut merupakan tips yang bisa digunakan ketika anda mulai rajin menulis atau paling tidak anda telah mencoba menulis.

1. Biasakan Menulis Kalimat Singkat.
Kalimat pendek rata-rata berjumlah 10 kata atau kurang  Pangkas kata sifat dan kata keterangan yang tidak ekonomis. Biasakan memilih kata ‘dan’ ketimbang tanda ‘koma’. Mengapa kalimat pendek ? Otak manusia punya keterbatasan dalam mencerna kalimat panjang dan lebih mudah menyerap informasi dalam bentuk kalimat pendek.

2. Biasakan Menulis Paragraf Pendek.
Idealnya tiap paragraf hanya berisi satu ide pokok. Cara ini membantu pembaca mencerna informasi. Paragraf pendek tercipta dengan sendirinya bila kita menulis dengan jelas dan mudah dimengerti.
3. Biasakan Kalimat Positif.
Kalimat positif mudah dicerna. Kecuali jika anda ingin segera tampil sebagai penulis hebat dengan kalimat-kalimat yang rumit dan kelihatan hebat.
Pada dasarnya itu adalah cara mengatakan tentang sesuatu secara langsung daripada memilih mengatakannya dengan cara berlawanan. Contohnya:
Kalimat positif : “Mahasiswa melakukan demonstrasi menolak rencana kenaikan BBM.”
Kalimat negatif : “Mahasiswa melakukan demonstrasi sebab mereka tidak setuju dengan rencana pemerintah menaikkan BBM.”

MEREPRODUKSI IDE

Bagaimana cara mendapatkan Ide untuk menulis ketika Anda sudah mulai terbiasa menulis?

Hal sederhana dalam menulis untuk penulis pemula adalah hal penting, termasuk menyederhanakan cara mendapatkan ide. Berikut adalah beberapa jalan munculnya ide:

1.    Ide muncul dari kebiasaan kita sehari – hari
2.    Ide muncul dari tetangga yang sering mabuk
3.    Ide muncul dari  curhat teman baik
4.    Ide muncul dari orang yang terhimpit di bis untuk berangkat ke kantor
5.    Ide muncul ketika melihat pak Hansip sedang tertidur pulas di posnya
6.    Ide muncul ketika caleg-caleg gagal masuk rumah sakit jiwa.
7.    Ide muncul ketika melihat pelacur pulang larut malam.
8.    Dan masih jutaan ide yang bisa Anda kembangkan sendiri dengan menggunakan kreatifitas, dan gaya kepenulisan Anda.

Banyak sekali ide yang bisa kita dapatkan untuk menulis. Hanya saja terkadang kita kurang peka dengan diri kita dan lingkungan. Dari sekian banyak ide untuk menulis maka imajinasi adalah cara yang paling kreatif. Berdasarkan pengalaman pribadi, imajinasi bisa didapatkan dari pengalaman hidup atau bacaan-bacaan yang kita baca. Sebenarnya proses mengasah imajinasi ini idealnya dari waktu kita kecil. Namun sayang imajinasi kita sejak kecil sudah dibunuh oleh lingkungan pendidikan yang ada. Tapi tidak ada kata terlambat bagi orang yang mau belajar menulis..
Tahukah anda? Di saat sedang menulis artikel ini sebenarnya saya juga masih sedang belajar menulis. Dan bertekad akan terus belajar. Selamat menulis. Action!(*)


           * Penulis kadang menggunakan nama samaran Ivan Kavalera di wilayah literasi dan siaran radio. Pendiri dan Penggiat literasi Rumah Putih, Bulukumba Sulawesi Selatan. Penulis buku Inspiring Bulukumba (Mafazamedia, 2014), Samindara, Antologi Cerita Rakyat Bulukumba (Mafazamedia, 2014), bersama penulis lainnya dalam: Love Never Fails (antologi 200 cerpenis Nusantara, NulisBukuCom, 2014); Rumah Putih, Antologi Puisi Serumah (Ombak, 2013); dan, Sebuah Obituari: Ahyar Anwar Yang Menidurkan dan Membangunkan Cinta (kumpulan esai, Ombak, 2013).



(Diambil dari Rubrik Lentera Sastra majalah Purakasastra Edisi 1)

0 comments:

Post a Comment

Pengunjung

PURAKASASTRA. Powered by Blogger.

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Terpopuler